Self Defense Mechanism

Apa itu Self Defense Mechanism? Kalo bahasa Indonesianya mekanisme pertahanan diri. Contohnya ketika kita menginjak semut seara tidak sengaja, apa yang terjadi? Semut itu akan menggigit kita sebagai bentuk perlawanan dirinya. Sama halnya dengan manusia, ketika kita terhimpit atau terinjak, kita akan menggigit orang yang menginjak kita. Baik itu  secara sadar atau pun tidak sadar.

Cara manusia "menggigit" ada bermacam-macam, antara lain denial, displacement, intellectualization, projection, rationalization, reaction formation, regression, repression, sublimation, suppression, compensation dan fixasi.


Konsep defense mechanism di elaborasikan oleh Freud dan kemudian di konsepnya di organisir dan di perbaiki oleh anaknya, Anna.


Apa aja sih itu? Menurut Feist & Feist (2009) Self-Defense Mechanism dibagi menjadi...


  • Displacement: mengalihkan ke target lain atau ke arah lain.
Ada yang pernah nonton How I Met Your Mother tentang episode chain of anger versi Barney Stinson? Kurang lebih seperti itu displacement, ketika kita marah, kesel, sedih atau emosi negatif lainnya kita arahkan ke orang lain yang kita anggap lebih rendah dari kita atau yang kira-kira ketika kita curahkan "emosi" tersebut, orang itu gak akan marah balik. Contohnya suami marah pada istrinya, atau ibu marah pada anaknya, kakak marah pada adiknya, dan seterusnya. Bentuknya gak harus chain seperti yang dijelaskan Barney.
  • Projection: memproyeksikan ke orang lain.
Kita coba ambil contoh Edi yang suka sama Farah, tapi dia malu buat mengakuinya, ketika ia di sudutkan pada situasi misalnya ketika mereka berdua ada di satu lift yang sama dan hanya berdua, Edi akan bilang, "Eh, farah, Gus suka tau sama lo!" Edi memproyeksikan rasa sukanya pada Farah ke Gus, karena ia takut akan konsekuensi yang akan diterimanya kalo Farah tau bahwa Edi suka sama Farah.


  • Introjection: memproyeksikan ke dalam.
Kebalikan dari projection, introjection adalah memasukkan atau memproyeksikan apa yang biasanya orang lain lakukan kepada diri kita. Misalnya kita tertarik atau suka pada suatu karakter di film atau tokoh pahlawan atau mungkin orang terdekat kita. Ketika kita berada di suatu masalah tertentu atau kita merasa terhimpit, kita akan memposisikan seperti tokoh favorit kita. "What Would They Do." Setelah kita berpikir seperti cara mereka berpikir, kemudian kita akan bertindak sebagaimana mereka bertindak, lalu secara tidak sadar kita akan menjadi seperti mereka.
  • Reaction formation: melakukan hal yang sebaliknya dari yang dirasakan.
Reaction formation sering dijadikan plot untuk film, ftv, atau anime, mungkin pernah nonton anime atau FTV lain yang ceritanya laki-laki suka sama perempuan, tapi ketika ketemu sama perempuannya ia malah pura-pura cuek dan gak peduli sama perempuannya, padahal dalam hati, ia cintaaaa banget sama perempuannya.
  • Regression: mundur pada tahapan sebelumnya.
Pernah gak sedihhh banget karena sesuatu misalnya hewan peliharannya meninggal, perpisahan sama sahabat karena ia harus pindah ke kota lain, dan lain-lain, karena saking sedih atau tertekannya akhirnya bertingkah laku seperti anak kecil lagi atau mundur ke tahapan sebelumnya.
  • Repression: di tekan ke unconscious, lalu muncul defence mechanism yang lain (secara tidak sengaja)
Misalnya ketika Irene di marahi oleh orang tuanya karena ia bermain internet sampai malam hari dan tidak mengerjakan tugasnya ia menekan perasaannya tersebut secara tidak langsung atau tanpa ia sadari, lalu muncul self-defence mechanism yang lainnya.
  • Sublimation: Penekanan dorongan genital dari Eros yang bersumber dari kultur atau sosial.
Sublimasi diarahkan ke arah yang yang kreatif seperti musik, literatur, dll yang sejalan dengan arah tujuan sosial atau hubungan sesama manusia (yang dapat diterima oleh masyarakat).
Freud (1914/1953) dalam Feist & Feist (2009) mempercayai bahwa karya dari Michelangelo adalah hasil dorongan dari libidonya yang dilukiskan dan di pahat.
Di era modern juga bisa di temukan pada lagu Jessie J yang berjudul Bang Bang, dimana pada liriknya terdapat kata 
"Bang bang into the room, I know you want it, Bang bang all over you, I let you have it."
  • Fixation: timbul dorongan oral/anal/phalic/latent/genital (teori Freud).
Ketika Mariam mendapatkan masalah, ia akan merokok. Merokok adalah bentuk dorongan perilaku dari oral. Penjelasan ini akan lebih jelas apabila mengetahui teori perkembangan dari Freud.


Jadi, selama ini kalo kalian sedang terkena masalah, self-defence mechanism apa yang kalian lakukan?


Daftar Pustaka
Feist & Feist (2009). Theories of Personality. New York: McGraw Hill.

Comments