photo credit goes to shar.ranchpest.net
Berkembangnya era tentunya mempengaruhi gaya bekerja dan otomatis tatanan ruang kerja itu sendiri. Coba lihat contoh gambar di atas, pernah melihat lingkungan kerja seperti gambar di atas? Mungkin, lingkungan kerja kamu seperti gambar di atas?
Tatanan meja kerja seperti di atas disebut juga sebagai "open plan" atau biasa disebut sebagai lingkungan kerja modern, karena banyak sekali digunakan di era modern seperti sekarang ini (2016).
Setting meja Open Plan memiliki banyak kekurangan dan kelebihannya, antara lain:
1. Tidak terkontrolnya interaksi antar sesama rekan kerja, apabila memiliki ruang kerja yang terbuka seperti gambar diatas, maka kemungkinan untuk memiliki interaksi antar sesama rekan kerja lebih besar daripada yang tertutup, bahkan cenderung tidak terkontrol. Salah satu contoh interaksinya adalah saling bertatap mata secara tidak sengaja, melihat rekan kerja sedang merenganggkan kaki, dan lain-lain.
2. Tingkat stress yang dimiliki lebih tinggi, apabila sedang dikejar deadline, dan kamu melihat rekan kerjamu juga sedang stress, apa yang terjadi? Belum lagi apabila melihat rekan kerja yang kurang begitu kamu sukai, Hm....
3. Rendahnya tingkat konsentrasi dan motivasi yang miliki. Apa hubungannya? Iya, dengan leluasanya kita untuk melihat lingkungan sekitar yang beragam, bisa melihat bos yang baru masuk ke ruangan, melihat teman yang sedang dandan di kantor, atau melihat teman yang sedang santai padahal kamu sendiri sedang di kejar deadline bisa memecah tingkat konsentrasi, sehingga tingkat konsentrasinya menurun dan motivasi yang dimiliki untuk bekerja juga pastinya berkurang.
4. Mudah untuk mengontrol anak buah atau rekan kerja dan lebih transparant. Dengan lingkungan kerja yang terbuka, bagi atasan akan dengan mudah melihat dan mengontrol anak buahnya, bahkan bagi kita sendiri, bisa ikut melihat dan mengontrol pekerjaan dari rekan kerja.
5. Mudah untuk membangun kolaborasi dan berkoordinasi dengan rekan kerja. Apabila memiliki ruang kerja yang tersekat-sekat, maka apabila ingin berkoordinasi atau berkolaborasi dengan rekan kerja tentunya akan agak sedikit sulit, karena ada tembok penghalang diantaranya, atau mungkin harus keluar dari meja kerja dan bertemu di ruang meeting hanya untuk berkolaborasi atau membicarakan rencana kerja. Sebaliknya, dengan open plan office, kolaborasi dan koordinasi dengan sesama rekan kerja akan lebih mudah.
6. Lebih banyak orang yang bisa muat dalam satu ruangan. Karena tidak adanya sekat pembatas, maka otomatis ruang yang ada lebih banyak dan orang yang bisa masuk di ruangan itu juga lebih banyak.
7. Lebih irit bahan baku. Tidak dipungkiri lagi, dengan open plan, tentunya lebih irit bahan baku karena tidak memerlukan biaya untuk membeli papan pembatas, lalu dengan lebih banyaknya orang yang bisa masuk ke dalam satu ruangan maka penggunaan lahan kerja juga menjadi lebih efisien.
8. Lebih mudah untuk mendekorasi, membersihkan dan perawatan. Open plan office memudahkan untuk mendekorasi atau menata ulang posisi kantor, karena tidak ada banyak yang perlu di geser atau di bongkar. Pembersihannya juga lebih mudah serta tanpa adanya sekat pembatas, maka perawatannya pun juga lebih mudah dan murah, paling hanya sebatas perawatan meja, kursi dan komputer saja.
9. Tidak adanya privacy. Privacy di open plan office bisa di bilang tidak ada, karena sesama rekan kerja bisa saling melihat apa yang sedang kita lakukan, bisa melihat apa isi komputer kita hanya dengan sekali intipan saja, bahkan, mereka bisa saja dengan mudahnya mengambil barang-barang dari meja kerja kita. Oleh karena itu, open plan office sama sekali tidak mengedepankan privacy.
10. Tidak terkontrolnya noise. Ruangan yang bersekat memungkinkan kita untuk mengontrol noise yang ada. Tinggal tutup saja pintunya, maka noise atau gangguan suara akan hilang, namun tanpa adanya sekat pembatas maka suara atau noise dapat dengan mudahnya beredar dan tidak bisa di cegah (kecuali dengan menggunakan headset tentunya.)
11. Phobia akan ruangan sempit. Kabar baik bagi orang yang memiliki phobia akan ruangan sempit! Dengan open plan office, kamu tidak akan merasakan berada di ruangan yang sempit.
12. Cenderung untuk mencari kesibukan dan mencegah procrastination. Karena ruang kerjanya terbuka, maka siapapun bisa melihat apa yang sedang kita kerjakan. Dengan alasan itu, orang akan berusaha mencari kesibukan untuk bekerja agar tidak terlihat malas dan bermain-main. Bagi yang biasa suka menunda pekerjaan atau procrastinator, mereka akan langsung bekerja dan meminimalisir kemungkinan untuk menunda pekerjaan.
Banyak kekurangan atau kelebihan dari open plan office. Lingkungan kerja atau pekerjaan apa yang cocok untuk penggunaan open plan office?
Open plan office cocok digunakan bagi pekerjaan yang menuntut para pekerjanya untuk saling bertatap muka atau berinteraksi satu sama lain, seperti contohnya marketing. Sebaliknya, pekerjaan yang menuntut para pekerjanya untuk berkonsentrasi keras seperti akuntan, tidak cocok dengan open plan office. Call centre juga sebaiknya tidak menggunakan open plan office untuk mencegah terpecahnya konsentrasi ketika sedang melayani pelanggan dan bercampurnya antara suara satu dengan yang lain.
Nah, apakah lingkungan kerjamu menggunakan open plan office?
daftar pustaka:
Comments
Post a Comment