Fungsi Medical Check Up (MCU) Pada Proses Seleksi


Hayo, siapa yang takut dengan jarum suntik? Jika takut, kalian harus berani dan siap! Karena, banyak perusahaan yang sekarang Sudah menerapkan MCU Sebelum masuk ke perusahannya. Sebenernya, ini buat apa sih?

Sebelum ke sana, Aku coba jelaskan dulu ya alur untuk seleksi secara umum.

  • Seleksi CV
Pertama pastinya ketika kita melamar ke perusahaan akan diminta untuk menyerahkan CV terlebih dahulu, CV kita akan direview oleh perusahaan, bagi para HRD, kita hanya memerlukan waktu sekitar beberapa detik saja untuk melihat apakah kandidat tersebut layak atau tidak.

Serius nih gak salah? Iya serius. banyak kok yang sekarang udah nyebar di internet tentang cara menulis CV yg baik. Jika kalian mau tau cara menulis CV yang baik versi aku, liat di sini untuk versi email dan liat di sini versi hard copy atau surat.

  • Seleksi Psikotest dan interview
Karena nilai yang dikeluarkan untuk psikotest dan interview gak sedikit, jadi Hanya orang tertentu aja yang dikasih, dan gak semua dikasih, kecuali kalo perusahaan itu banyak budgetnya atau dia kelola sendiri. Jadi kalo kita gak dipanggil untuk psikotest dan interview lebih dari 2 minggu, lalu kita memutuskan untuk mengirim ulang CV kita yang SAMA, gak akan ada gunanya. Kecuali kalo kita ngasih CV yang berbeda, maksudnya? Iya, pengalamannya ditambah atau penulisannya berbeda. Pokoknya kasih nilai tambah deh. Pasti reaksi dan responnya akan berbeda.

  • Seleksi interview dengan user
Setelah hasil psikotest kita dinyatakan lolos, kita akan diwawancara sekali lagi dengan user atau atasan langsung kita nantinya. Ia akan melihat, apakah kita cocok untuk masuk ke lingkungan kerja mereka sekaligus menilai apakah mereka bisa cocok dengan kita. Hal ini bersifat mutualisme ya, alias saling menyesuaikan diri satu sama lain. Untuk melihat tips dan trik interview dengan user, klik di sini ya.

  • Seleksi MCU
Setelah lolos lagi, kita akan diberikan atau mungkin diminta melakukan sendiri tes MCU ini. Biasanya MCU lebih ditekankan untuk beberapa pekerjaan yang beresiko. Seperti pekerja lapangan, marketing, atau yang lainnya. Untuk tipe pekerjaan seperti back office, atau tidak terlalu beresiko, biasanya mereka tidak akan menekankan hal ini.

Tes MCU yang akan diberikan biasanya seperti cek asam urat, gula, tekanan darah, tes mata, dan tes lainnya.

Fungsinya bisa jadi 2 hal. Pertama, sebagai penentu apakah diterima atau tidak. Kedua sebagai pegangan bagi HRD, “oh iya, dia sakit ini.” Atau, “ya, dia sehat.”

Jika yang pertama yang diterapkan, biasanya lapangan pekerjaan tersebut beresiko untuk orang yang Sedang sakit atau orang yang sakit. Sehingga hanya diberikan pada orang-orang yang sehat saja. Apabila kamu merasa tidak lolos di tahap ini, ada baiknya kamu cek lagi secara Mandiri ke klinik atau rumah sakit untuk melihat kenapa kamu tidak diterima, bisa jadi, kamu mengalami sakit tertentu makanya ditolak. Bila kamu memang benar sakit, ada baiknya kamu rawat dulu sakitmu hingga sembuh, atau lamar pada bidang pekerjaan yang lain.

Jika yang kedua yang diterapkan, maka itu hanya sebagai pegangan bagi HRD, biasanya itu bagi pekerjaan yang tidak memiliki resiko tinggi seperti di back office. Hal ini juga sebagai pegangan jika suatu saat kalian mengadu atau protes kenapa kalian jadi gampang sakit atau jadi sakit ketika masuk ke perusahaan itu, itu akan dijadikan sebagai “senjata” bagi HRD, “Dulu ketika masuk ke sini memang sudah sakit, bukan karena masuk kemudian jadi sakit.” Juga sebagai bahan pertimbangan jika memang ia dulunya sehat pas masuk kemudian jadi sakit, apa ada yang harus dirubah dari sistem kerja yang sekarang. Apakah dari lingkungannya, jam kerja, sirkulasi udara dan cahaya, atau lainnya.

Jadi, tidak perlu khawatir dan bingung lagi tentang fungsi MCU ketika melamar kerja. Jika masih bingung, ayo baca lagi artikel ini, atau tinggalkan pertanyaan di kolom komentar ya.

Comments